Wisata Alam Tangkahan, Keindahan Air yang jernih serta Gajah Binatang Besar yang bersahabat


Hello Sobat Medan dan sekitar  

ada tempat wisata yang bagus untuk edukasi serta masih Alam Banget tempatnya, Wisata Alam Tangkahan, Keindahan Air yang jernih serta Gajah Binatang Besar yang bersahabat

Tangkahan

Lokasi            : Namu Sialang, Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara 20852
Buka Tutup    : 08.30 – 16.30
libur               : pada hari Jum’at saja.

Tangkahan juga dijuluki The Hiden Paradise in Sumatera. Salah satu tempat wisata andalan di Sumatera Utara selain Danau Toba, Berastagi dan Bukit Lawang, Tangkahan juga menjadi destinasi yang sering dikunjungi wisatawan mancanegara.

Jika kamu berbicara mengenai tempat wisata Tangkahan, Medan, Sumatera Utara pasti yang akan terpikir pertama kali adalah seekor gajah.

Hal itu karena di lokasi wisata Tangkahan memang menjadi pusat konservasi satwa Elephant Sanctuary dan setiap hari para ahli penjaga gajah / pawang akan memandikan gajah 2 x dalam sehari, pada waktu pagi dan sore hari.

Kegiatan ini memang terus menerus dilakukan setiap hari walaupun kondisi sedang hujan lebat, memandikan gajah tetap dilakukan dan hanya libur pada hari Jum’at saja.

Tempat wisata Tangkahan ini memang memang mempunyai daya tarik unik karena menawarkan wahana petualangan yang sangat menarik serta jarang tersedia di tempat lain di Indonesia.

Wisata petualangan yang ditawarkan berupa



  •     naik gajah keliling hutan ataupun
  •     mengarungi Sungai Buluk
  •     memandikan gajah
  •     disemprot air dari belalai gajah
  •     arung jeram, air terjun
  •     mengeksplor hutan rimba, air panas dan lainnya.


Tempat wisata Tangkahan ini sangat cocok untuk pengunjung yang menyukai tantangan alam untuk bersentuhan secara langsung dengan alam liar.

Tempat wisata Tangkahan inii sangat menantang sehingga tidak heran jika banyak sekali wisatawan asing yang datang ke lokasi tersebut.


Jarak dari kota Medan sekitar 120 km dan merupakan daerah yang ada di tengah hutan tropis Sumatera Utara yang jauh dari keributan perkotaan.

Walaupun ada di daerah terdalam dan di tengah hutan, tapi tempat wisata ini sangat populer di belahan  Eropa dan Australia sehingga wisata ini tidak pernah sepi dari turis asing.

Para wisatawan luar negeri memang sangat menyukai wisata ini karena merupakan tempat yang indah di tengah alam liar dan bisa mendengarkan suara indah dari kicauan burung-burung.

Bagi mereka, pengalaman tersebut merupakan sarana untuk menikmati liburan yang sebenarnya karena sudah tidak lagi berurusan dengan keramaian kota.

Kebanyakan para turis sudah memiliki program liburan ke beberapa tempat setelah dari Tangkahan ini dan biasanya tujuan selanjutnya From Tangkahan to Lake Toba and Brastagi.

Biasanya tempat wisata ini akan dibanjiri turis asing ketika masa liburan atau memasuki musim dingin sekitar bulan Juni sampai September.

Kebanyakan wisatawan asing yang datang berasal dari sebuah lembaga yang memiliki perhatian tentang flora dan fauna di dunia.

Ada 2 lembaga Internasional yang telah berpartisipasi dan membantu melestarikan alam di tempat wisata Tangkahan, yaitu FFI Flora & Fauna Internasional dan WWF World Wide Foundation dengan program Global EcoTourism.

Ada juga lembaga lainnya, namun bergerak dalam pendidikan bahasa Inggris untuk anak, yaitu The Tangkahan Effect yang mendirikan pusat studi bahasa Inggris dengan nama Tangkahan English Club (TEC).

Wisata Tangkahan berada di kawasan hutan tropis Sumut dengan luas sekitar 17.000 hektar dan masih banyak area hutan yang jarang dijamah manusia.

Yuk Lanjut liat tetang Tangkahan

Setelah sampai di lokasi parkir kendaraan, pengunjung bisa berjalan ke tempat wisata yang ada di seberang sungai yang sangat luas.

Ada beberapa jembatan penyeberangan yang panjang atau dinamakan Titi Panjang bagi masyarakat setempat.

Bentuk jembatan berukuran kecil sehingga para penyeberang dibatasi maksimal untuk 10 orang saja. Setiap orang yang akan melewati jembatan dikenakan biaya penyeberangan Sekitar Rp.3000.

Dari jembatan ini para pengunjung bisa melihat pemandangan indah akan hutan dan sungai serta bisa mengambil gambar dengan kamera.

Suasana yang paling tepat untuk pengambilan foto adalah pagi hari ketika kondisi jembatan masih sepi dan belum banyak para penyeberang yang lewat.

Jika keadaan masih sepi, para pengunjung diizinkan untuk bersantai diatas jembatan untuk menikmati keindahan alam.

Selanjutnya para pengunjung bisa datang ke visitor centre untuk memesan tiket wisata yang ada di Tangkahan.

 


1. Memandikan Gajah


Wahana wisata Memandikan Gajah sudah dimulai pagi hari yaitu di sungai Batang selama 1 jam dari pukul 08.30 sampai pukul 09.30.

Proses memandikan binatang ini memang terbilang mudah karena gajah adalah salah satu hewan purba yang memiliki sifat penurut dan patuh kepada pawangnya.

Cara memandikannya adalah, gajah akan berbaring di sungai dan para pengunjung akan dibimbing seorang pawang untuk menggosok badan gajah dengan sikat yang biasa digunakan untuk mencuci baju.

Gajah yang memiliki kulit sangat tebal, hanya akan merasa geli jika disikat dan kotoran yang menempel pada tubuh gajah tentu saja bisa bersih walaupun tidak memakai sabun.

Para pengunjung tentunya bisa tertawa dan gembira ketika memandikan gajah. Hal ini karena gajah merupakan hewan yang suka bercanda dan menggoda manusia dengan menyemprotkan air ataupun menyemprotkan angin melalui telalainya dan lainnya.

Tentu saja para pengunjung bisa menikmati sensasi dengan merasakan sendiri bagaimana rasanya mandi dengan seekor gajah.

Setelah acara mandi selesai, selanjutnya saatnya para pengunjung diberikan kesempatan untuk memberi makan gajah-gajah tersebut dengan buah pisang satu plastik besar.

Buah pisang akan langsung masuk ke mulut gajah dengan cepat dan satu plastik besar buah pisang akan habis dalam sekejap.

Momen mandi dan bercanda bersama gajah memang sangat menyenangkan sehingga para pengunjung perlu mengabadikannya dengan kamera.

Agar bisa menikmati wisata memandikan gajah dan bermain bersama di sungai, para pengunjung bisa memesan tiket di Tangkahan Center.

Para pengunjung bisa ikut memandikan gajah lagi pada sore hari dari pukul 15.30 sampai 16.30 dan memesan tiket lagi tentunya.



2. Naik Gajah


Setelah beristirahat selama 30 menit, maka wisata petualangan lainnya bisa dimulai yaitu jalan-jalan di sungai atau memasuki hutan dengan menunggang gajah/ Elephant ride.

Para pengunjung bisa memilih salah satu rute untuk mengarungi sungai Buluk ataupun menerobos hutan tropis Tangkahan.

Perjalanan menunggang gajah akan di temani seorang pemandu sebagai pengemudi yang duduk di leher gajah dan tersedia 2 tempat duduk di belakangnya untuk 2 pengunjung.

Jika memilih perjalanan sungai atau river trek, maka gajah akan berjalan di sungai dan para pengunjung seperti naik kapal berkeliling di sungai Buluk selama 1 jam.

Selama perjalanan, para pengunjung bisa merasakan derasnya air sungai dan menikmati indahnya hutan tropis dengan pepohonan hijau yang ada di pinggir sungai.

Jika sedang musim kemarau, maka kondisi air sungai sangat jernih dan pandangan bisa melihat sampai ke dasar sungai.

Namun jika keadaan sedang musim hujan, maka air sungai menjadi keruh dan berwarna coklat sehingga keindahan dasar sungai tidak bisa terlihat.

Para pengunjung perlu menyiapkan kamera dan tongsisnya agar bisa merekam video ataupun mengambil gambar selama dalam perjalanan. Hal ini karena hutan disepanjang sungai sangat indah dan sayang jika tidak diabadikan dengan kamera.

Apabila pengunjung memilih untuk menerobos hutan atau Jungle Trekking, maka para pengunjung bisa mengeksplores apa yang ada di dalam rimba raya.

Terdapat banyak sekali jenis tanaman dan pepohonan yang sudah jarang kita lihat, bisa kita temukan di hutan ini. Jika beruntung, maka bisa mencium aroma bunga bangkai atau bunga Rafflesia.

Selain itu, terdapat juga ratusan spesies burung sehingga akan mendengar banyak sekali suara-suara burung dengan nada dan irama yang berbeda-beda.

Hewan lainnya yang ada di hutan ini diantaranya monyet, orang utan, tupai serta lainnya. Namun orang utan merupakan hewan yang jarang ditemui dan tidak semua pengunjung bisa melihat hewan ini di kawasan hutan tropis Sumut ini.

Taman wisata Tangkahan merupakan ekosistem yang sangat lengkap dan hampir semua binatang dan tumbuhan bisa ditemukan di hutan ini.

Ketika menerobos ke dalam hutan, ada baiknya membawa kamera sebanyak mungkin karena banyak sekali pemandangan indah yang bisa dijadikan koleksi foto pribadi atau lainnya.




3. Arung Jeram

Wahana petualangan lainnya adalah mandi dan menyusuri arus sungai seperti arung jeram menggunakan ban atau tubing.

Jika bersama dengan teman, sebaiknya 2 tubing atau 3 tubing dijadikan 1 agar bisa naik ban rame-rame sehingga tidak akan terpisah.

Kondisi sungai memang lebih aman karena sangat lebar dan tidak ada batu-batuan di tengah sungai sehingga siapa saja bisa menyusuri sungai menggunakan tubing hingga sampai di lokasi air terjun Glugur.

Di sungai desa Galang ini, suasananya seperti di pantai karena di pinggir sungai terdapat banyak pasir dan juga tenda untuk santai dan berjemur.

Setelah sampai di air terjun Glugur, para pengunjung bisa meneruskan mandi di bawah guyuran air dari atas untuk merasakan sensasi bersantai di bawah air terjun.



Jika musim kemarau, volume air tidak begitu banyak sehingga aman untuk berada di bawah air terjun.

Bentuk air terjun memang agak simetris dengan lebar 5 meter dan tinggi 4 meter sehingga air yang turun tidak terlalu deras karena menyebar dan merata.

Setelah puas menikmati indahnya air terjun, maka para pengunjung harus kembali ke lokasi semula dengan berjalan kaki atau menyewa perahu.

Selain itu, bisa juga menaiki tubing lagi dengan cara ditarik kapal menggunakan bambu karena perjalanan melawan arus sungai. Tentu saja para pengunjung perlu membayar biaya tambahan kepada pemilik kapal.


Jika ingin menuju ke lokasi air terjun dan tidak mau mencoba arung jeram atau takut basah kuyub, bisa menyewa kapal yang berbentuk gubuk ataupun kapal yang berbentuk sampan.

Perjalanan menuju ke lokasi hanya membutuhkan waktu 10 menit saja karena jaraknya memang tidak begitu jauh.

Namun ketika kembali dari air terjun Glagah, perjalanan memang lebih lama tergantung arus sungainya deras atau tidak karena melawan arus

 

Hotel dan Penginapan

Tempat wisata Tangkahan menyediakan beberapa fasilitas penginapan, diantaranya

  1. Jungle Lodge,
  2. Mega Inn,
  3. Bamboo River,
  4. Linea
  5. dan Green Lodge serta Tangkahan Inn.


Hampir semua penginapan memiliki fasilitas utuk melihat sungai dari kamar atau River views.

  • Green Lodge Hotels

Lokasi penginapan ini berada dekat dengan tempat observasi gajah sehingga lebih mudah jika ingin melihat hewan tersebut.

Fasilitas yang disediakan diantaranya kamar mandi dalam, meja, kursi serta tempat parkir. Harga yang di tawarkan juga sangat murah, sekitar Rp.200.000 per malam.

  • Tangkahan Inn

Penginapan ini memiliki halaman yang paling luas dan tersedia fasilitas musholla, lapangan volley serta restoran.

Namun hanya tersedia 4 kamar yang memiliki fasilitas river view dan kamar mandi dalam serta harganya bervariasi dan yang paling mahal sekitar Rp.250.000 per malam.

  • Mega Inn

Mega inn berada di tempat yang sangat strategis, yaitu diantara perpisahan dua sungai sehingga menawarkan pemandangan yang luar biasa.

Fasilitasnya memang sama seperti penginapan lainnya, namun memiliki kelebihan dengan harga yang paling murah, sekitar Rp.150.000 dan sangat cocok bagi para backpacker.

Selebihnya belum dapat infonya hehehehehehehe........










Jalan Menuju Lokasi Wisata Alam Tangkahan

Lokasi wisata Tangkahan memang terpencil karena berada di tengah hutan dan hanya tersedia jalur darat untuk menuju ke lokasi wisata.

Bagi para backpacker bisa menggunakan angkutan umum yaitu bus yang berangkat setiap hari pada jam 10.00 dan jam 01.00 siang dari kota Medan. Sedangkan bus dari Tangkahan jurusan Medan berangkat jam 07.30 dan 02.30 siang.

Bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi, baik motor ataupun mobil memerlukan waktu sekitar 2 sampai 4 jam.

Perjalanan dimulai dari Medan menuju kota Binjai dalam 30 menit sampai 1 jam dan dilanjutkan ke kota Stabat juga sekitar 30 menit.

Perjalanan di lanjutkan dari kota sTabat mulai belok ke arah selatan juga sekitar 30 menit dan yang paling lama ketika perjalanan dari kota Tsabat ke tempat wisata Tangkahan.

Hal ini karena selain jaraknya memang jauh serta akses jalan menuju ke Tangkahan memang sering rusak karena jalan raya terkena genangan air hujan sehingga sering mengalami kerusakan.

Akses jalan dari Tanjung Stabat ke Sei Seberang memang sedikit rusak. Sedangkan dari Sei-Seberang memang masih banyak jalan yang berbatu akibat sering terkena banjir.

Lokasi wisata tidak jauh dari Korps Marinir Lagan, Pangkalan Brandan yang merupakan kekuatan militer sebagai benteng kekuatan Indonesia.

Tips kecil jangan pergi kesana ketika musim hujan, 

Bagi yang ingin mengetahui informasi cuaca saat ini bisa mengakses website Accuweather Google





sumber : jejakpiknik.com



, , , , , ,

No comments:

Post a Comment

Penayangan